Gading    |    Serpong    |    Kebayoran    |    Chinatown    |   Puri    |    Pluit Kapuk    |    CitraPalem    |    Bekasi    |    Cibubur    |   Sunter    |    Depok    |    Bogor

Budaya Portugis di Festival Kampung Tugu

portugis 26

FESTIVAL Kampung Tugu kembali digelar di halaman Gereja Tugu, Cilincing, Rabu (18/7) pagi. Festival kali ini lebih meriah karena dimeriahkan dengan sejumlah pagelaran budaya berlatar budaya Portugis, Betawi dan lokal.

Menurut Kasudin Kebudayaan Jakarta Utara, Sahat Sitorus, festival  Kampung Tugu dimeriahkan sejumlah kegiatan seperti pagelaran
keroncong tugu, tarian dan bazar. Kegiatan  ini melibatkan seluruh elemen termasuk masyarakat kampung Tugu. “Semua karya seni dihadirkan di sini, seperti keroncong tugu, rege, samrah, tarian dan bazar. Kegiatan ini berjalan sukses karena melibatkan masyarakat,” tuturnya.

Dijelaskan, Kampung Tugu  mewariskan banyak kebudayaan baru. Satu diantaranya musik keroncong. Kampung Tugu merupakan salah satu kampung tertua di Jakarta yang dibangun oleh Mardijkers, warga Portugis yang menjadi tawanan perang VOC.

Sementara Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan bahwa festival Kampung Tugu diharapkan dapat mendongkrak
perekonomian warga Jakarta Utara.Selain itu, festival yang menggabungkan budaya Portugis dan Indonesia ini memiliki keunikan
tersendiri yang tentunya patut dilestarikan. ”Melalui kegiatan ini, kita mampu mengangkat dan melestarikan peninggalan budaya asal Portugis yang diperkirakan berusia ratusan tahun lalu,”jelasnya.

Walikota juga mengajak warganya untuk menyaksikan festival Kampung Tugu tanpa harus membayar alias gratis.”Kampung Toegoe merupakan salah satu destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara yang patut dilestarikan,” tambahnya. (why)

Leave a Comment

Powered by Mediatorium | design by Web Division PT.MKS