AKU rasa tidak aka nada orang yang dengan sadar mau menerima perlakuan diskrimatif, apalagi jika itu dilakukan kepada anaknya. Namun, kenyataan inilah yang aku alami. Kejadiannya bermula saat dunia tengah merayakan Hari AIDS yang jatuh pada 1 Desember tahun lalu. Di hari itu, anakku yang berinisial IM ditolak menjadi murid di salah satu sekolah swasta di Jakarta hanya karena aku positif terjangkit virus HIV. Penolakan yang diakibat pemahaman yang keliru mengenai HIV/AIDS dan penyebarannya.
Sebagai anak tak berdosa, buah hatiku sempat sedih, namun ia mampu tegar menghadapinya, melebihi perkiraanku. Ini terlihat ketika akhirnya pihak sekolah mau menerimanya dan meminta maaf karena sempat menolak IM masuk di sekolah itu. Dengan kepolosannya, IM pula yang pertama kali mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah tersebut.
Namun, itu semua bisa terwujud setelah tanpa mengenal lelah aku berjuang agar IM dapat diterima di sekolah dambaannya. Meski sempat menjadi pemberitaan di sejumlah media, aku tidak merasakan malu. Justru aku berpikir hal itulah yang menjadi salah satu pendukung pihak sekolah tersebut akhirnya mau berdialog denganku. Aku ‘mengangkat topi’ sekaligus mengacungkan jempol setelah pihak sekolah mau merubah keputusannya. Bahkan, mereka juag aktif melakukan berbagai kegiatan seminar agar perlakuan diskriminasi yang sempat melanda buah hatiku tidak terulang lagi dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Aku bersyukur memiliki keluarga, sahabat, teman, hingga masyarakat yang mendukungku berjuang melawan diskriminasi akibat kesalahan pemahaman terhadap pengidap HIV. Jika aku ngotot berjuang, itu bukan sekadar agar buah hatiku mampu mewujudkan impiannya. Namun, aku berjuang melawan diskriminasi yang terjadi dalam dunia pendidikan yang seharusnya tidak ada. Aku percaya, satu institusi sekolah yang berani memperbaiki kesalahannya, pasti adalah sebuah institusi sekolah yang dengan teguh memegang komitmennya untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar yang kondusif. Baik bagi anakku dan bagi murid-murid lainnya.





